Profil Program Studi
Hubungan sosial, budaya, dan ekonomi Indonresia dengan negara-negara seperti Tiongkok, Taiwan, Singapura menyebabkan lembaga-lembaga tertentu baik pemerintah atau swasta membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang cakap berbahasa Mandarin dan memahami budaya Tiongkok. Untuk hal tersebut sejak tahun 1986, Universitas Darma Persada membentuk Program Studi Sastra Cina yang menjadikannya sebagai sebuah Perguruan Tinggi Swasta pertama di Indonesia yang memiliki studi Sastra Cina. Kemudian di tahun 2019 berubah nama menjadi Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Jenjang Strata 1 pada Fakultas Bahasa dan Budaya untuk menjawab peluang kerja dan karier bagi para lulusannya.
Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Darma Persada berfokus pada pengembangan kompetensi bahasa Mandarin, pemahaman budaya Tiongkok, budaya Tionghoa serta kemampuan analitis terhadap dinamika masyarakat dalam konteks lokal, nasional, dan global. Program studi ini hadir sebagai ruang akademik yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa, kajian budaya, sejarah, sastra, dan pemahaman lintas budaya untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan, industri, diplomasi, pariwisata, dan hubungan internasional yang semakin erat dengan Tiongkok.
Kurikulum Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok OBE MBKM 2022 dan OBE BERDAMPAK 2025 dirancang secara adaptif dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, dengan memadukan mata kuliah kebahasaan, kebudayaan, penerjemahan, komunikasi bisnis, sastra, sejarah, serta kajian masyarakat Tionghoa. Pembelajaran juga diarahkan untuk mendukung penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah
Dengan komitmen pada mutu pendidikan, pengembangan karakter, dan penguatan wawasan kebudayaan, Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Darma Persada terus berupaya menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam memperkuat hubungan budaya, pendidikan, dan kerja sama antara Indonesia, Tiongkok, dan masyarakat internasional.



